berakhir tanggal 8 november 2013

PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA

A. Latar Belakang Masalah PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN BANJARMANGU  KABUPATEN BANJARNEGARA

Perbaikan kinerja aparat pelayanan publik merupakan salah satu isu penting dalam reformasi administrasi publik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tuntutan perbaikan kinerja aparat publik semakin besar jika dikaitkan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan dayasaing negara dalam persaingan global. Kesan buruk sudah disandang oleh aparat pemerintah (sektor publik) dalam hal pelayanan dari dulu. Hal ini antara lain dapat diindikasikan dari besarnya dana yang digunakan untuk membiayai aparatur pemerintah yang tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang maksimal. Sebaliknya, kualitas pelayanan yang diberikan instansi pemerintah dapat dinilai sangat buruk. Padahal pemerintah telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan tentang pelayanan publik oleh aparatur negara diatur dalam Kepmenpan No. 009 Tahun 2007 tentang Standar Pelayanan Publik.

Dalam lingkup atau skala nasional seringkali dikeluhkan tentang pelayanan publik di instansi-instansi pemerintah terutama menyangkut jalur birokrasi yang berbelit-belit. Kondisi tersebut terjadi juga di daerah-daerah. Seperti pada umumnya pelayanan publik di Indonesia, pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kabupaten juga masih banyak dijumpai kelemahan sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Indikasinya masih terdapat berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media masa, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap aparatur pemerintah.
Kantor Kecamatan sebagai salah satu instrument dari pemerintah yang mempunyai tanggung jawab untuk mencatat atau mengetahui perkembangan masyarakat yang berada di dalam wilayahnya. Guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik di tingkat kecamatan, pemerintah kabupaten telah menjabarkan lebih lanjut dalam Peraturan perundang- undangan yang mengatur Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara nomor 13 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara serta Keputusan Bupati Banjarnegara No. 59 tahun 2004 tentang tugas pokok dan fungsi, urusan dan tata kerja pada Kecamatan Banjarmangu di Kabupaten Banjarnegara sebagai petunjuk pelaksanaanya.
Perda dan Kepbup tersebut dijadikan landasan dalam menyusun rencana kerja kantor kecamatan. Berdasarkan rencana kerja yang baik maka pelaksanaan renstra juga dapat dipantau tingkat pencapaiannya. Kinerja berkaitan dengan keadaan atau kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberi guna yang diharapkan oleh organisasi (Westra, 1999:148). Kinerja pegawai pemerintah dapat juga diukur dengan mengarah pada pelaksanaan pekerjaan pegawai. Karena pada hakikatnya sektor keluaran pemerintah adalah berupa jasa pelayanan pada masyarakat. Untuk dapat mengukur kinerja pegawai dapat dilihat dari perbandingan antara realisasi dan target yang dicapai seperti yang dikemukakan oleh Hidayat dan Sucherly, (1986:87) yaitu :
“Pada hakekatnya sektor keluaran pemerintah yang berupa jasa pelayanan terhadap masyarakat, terdiri dari banyak ragam dan sulit untuk dikuantitatifkan serta dinilai dengan harga. Untuk mengukur kerja aparat pemerintah, maka pendekatan yang dipakai adalah membandingkan realisasi dan target yang ingin dicapai”. Penetapan capaian kinerja kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara dimaksudkan untuk mengetahui dan menilai capaian indikator kinerja pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan program dan pelaksanaan kebijaksanaan pencapaian kinerja kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara 2009 dapat dilihat pada perhitungan melalui format RKT, PKK dan PPS. Interpretasi capaian kinerja berdasarkan standar Lembaga Administrasi Negara (LAN) adalah: 85 - 100 : Sangat berhasil 70 - <85 : Berhasil 55 - <70 : Cukup berhasil <55 : Tidak berhasil Nilai capaian kelompok indikator kinerja yang meliputi kegiatan: 1. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor = 63.60% 2. Penyediaan jasa kebersihan kantor = 91.04% 3. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor = 100% 4. Penyediaan bahan logistik kantor = 100% 5. Pemberdayaan kecamatan = 100% 6. Penyediaan perlengkapan gedung kantor = 100% 7. Pemeliharaan rutin/berkala rumah dinas = 100% 8. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor = 100% 9. Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor = 100% 10. Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan = 100% Dari nilai capaian ketiga indikator tersebut (indikator kegiatan, program dan kebijaksanaan) rata-rata nilai capaiannya adalah : 96.04% sehingga dapat dikatakan bahwa nilai capaian indikator kinerja berada pada kisaran 85 – 100, dengan demikian mencapai atau masuk kategori sangat berhasil. Keberhasilan tercapainya suatu tujuan tidak terlepas dari Kinerja pegawainya. Dari hasil pengamatan pendahuluan dapat diketahui masih terdapat pegawai yang datang tidak tepat waktunya, suatu indikasi masih perlu dilakukan kajian mengenai motivasi kerja pegawai pada Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Kajian ini dipandang perlu karena motivasi yang belum semestinya dapat mengurangi Kinerja pegawai baik secara parsial maupun secara keseluruhan sebagai suatu sistem. Indikasi lainnya, masih terdapatnya penyelesaian pekerjaan yang belum tepat waktunya dikarenakan kurang efektifnya kinerja pegawai.

Kemampuan pegawai yang memadai berarti akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan jatah waktu maupun target yang telah ditetapkan dalam program kerja. Hal ini terjadi karena pegawai ini dapat mencurahkan segala kemampuannya dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kemampuan mempunyai kaitan yang erat dengan kinerja pegawai. Ini terjadi karena kemampuan pegawai merupakan faktor yang penting guna mendukung pencapaian hasil pekerjaan. Untuk meningkatkan kemampuan pegawai, maka kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara mengikutkan pegawainya dalam pendidikan dan latihan (Diklat) yang diselenggarakan oleh diklat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara seperti dapat dilihat pada Tabel 2. Peningkatan pengetahuan pegawai dalam penguasaan teori dan keterampilan dimaksudkan untuk memutuskan persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan dalam rangka mencapai tujuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilimpahkan kepadanya. Hal ini tentunya membuat kemampuan mereka di dalam bekerja menjadi meningkat sehingga membuat pegawai dapat bekerja lebih efektif, apalagi kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara dalam melaksanakan tugas-tugasnya terkadang memerlukan bantuan teknologi. Disamping itu, program pendidikan dan latihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai, efisiensi dan Kinerja pegawai dalam mencapai sasaran kerja (Handoko, 2007:103). Salah satu hal yang biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang pegawai adalah latar belakang pendidikan formal disamping kemampuan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Dengan tugas-tugas yang makin komplek, perlu ada peningkatan pendidikan pegawai karena masih terdapat pegawai dengan pendidikan yang hanya setara SLTP. Di sisi lain dilihat dari golongan atau jabatan yang sebagian besar masih setingkat Pengatur Muda akan ditemui berbagai hambatan dalam pelaksanaan tugas. Dalam rangka ketercapaian kinerja yang optimal seorang pegawai harus mampu mengetahui apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana melakukannya. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya, baik yang dicapai melalui pendidikan formal, pendidikan dan pelatihan, pengalaman dan sebagainya. Pentingnya kemampuan dari pegawai agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan tujuannya. Bila para pegawai tidak mempunyai kemampuan dan kecakapan yang cukup maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi banyak permasalahan pada berbagai hal menyangkut pelayanannya kepada masyarakat.

Selain faktor kemampuan kerja pegawai, faktor yang tidak kalah penting mempengaruhi kinerja pegawai adalah faktor motivasi kerja pegawai. Hal ini mengingat motivasi adalah dorongan atau daya penggerak untuk melaksanakan sesuatu. Dengan motivasi yang tepat para pegawai akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, kepentingan-kepentingan pribadi individu anggota organisasi akan terpelihara pula (Siagian, 1998:287). Manusia sebagai unsur terpenting dan paling menentukan kelancaran jalannya organisasi. Oleh karena itu motivasi kerja pegawai mempunyai peranan penting bagi anggota organisasi itu menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan pegawai agar mampu bekerja optimal. Motivasi ini akan tercermin dan diwujudkan dalam perilaku dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Motivasi dari pegawai yang notabene adalah aparatur Kecamatan, dimana harus dituntut melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya, diperlukan semangat dan motivasi kerja pegawai yang kuat dan tinggi dalam rangka demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan/kinerja yang optimal. Pada akhirnya masyarakat harus benar-benar merasakan manfaat dari kinerja pegawai selama ini. Hal inilah yang mendorong penulis memilih kinerja pegawai sebagai bahan penelitian. Dalam kaitannya dengan kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara, peneliti tertarik untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pegawai ditinjau dari pengaruh yang diberikan oleh birokrat lokal yaitu dalam hal kemampuan kerja, dan motivasi kerja.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan Uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang masalah maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Seberapa besar pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai terhadap Kinerja di kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara?
2. Seberapa besar pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja di kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara?
3. Seberapa besar pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja di kantor Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara?

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Administrasi Negara / Manajemen SDM / skripsi dengan judul PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.amrimri.com/2012/11/pengaruh-motivasi-dan-kemampuan-kerja.html. Jangan lupa share ke teman-teman ya.
berakhir tanggal berakhir tanggal
Ditulis oleh: admin - Sunday, November 25, 2012